JAKARTA, TRIBUN - Tim dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta berhasil memisahkan organ hati bayi kembar siam asal Kubu Raya, Nurmala (Lala) dan Zakiah Nadiva (Lulu).
Proses pemisahan kedua bayi tersebut memakan waktu sekitar empat jam, mulai pukul 07.00 hingga 13.45 WIB.
"Hatinya bersatu. Namun ketika dipotong tidak begitu sulit, karena hatinya tidak begitu luas hanya berdiameter 3 cm dan tidak terlalu tebal," kata ketua tim dokter operasi, Dr Amar Thayib di RSCM, Jakarta, Senin (15/3/2010).
Dalam operasi kembar siam bayi tersebut, tim dokter terdiri dari Dr Bambang Thayib sebagai ketua pelaksana operasi utama, Dr Amir Thayeb sebagai ketua pembedahan, Dr Chaula sebagai ahli bedah plastik, dan Dr Antoni sebagai kepala ICU anak.
Menurut Chaula, ahli bedah plastik, bagian luka yang disebabkan pembedahan, bisa ditutup dengan plastik.
"Tahap selanjutnya adalah menunggu kulit luka tersebut menutup dengan sendirinya," ucap Chaula. Bagian luka Lala bisa ditutup dengan kulit primernya sendiri, sedangkan bayi Lulu harus mengambil kulit dari pahanya sendiri.
Bayi Lulu dan Lala berada di RSCM sejak dua bulan yang lalu. Pasca operasi tim dokter RSCM akan terus memantau kedua bayi tersebut hingga proses penyembuhan selesai. (fajar pratama)