PONTIANAK, TRIBUN - Seorang warga risih dengan ulah oknum Polantas yang bertugas di seputaran Jl Tanjung Raya. Pasalnya, sang oknum kerap menerima suap atau sopoi dari pengemudi truk.
Suap tersebut diberikan supir agar dapat lewat pada jam-jam sibuk terutama sekitar pukul 16.00 WIB hingga 18.00. Dodi, warga Jl Veteran itu mengaku, beberapa kali memergoki praktik tersebut.
"Biasanya terjadi saat pulang kerja. Kernet truk turun dan masuk ke pos polisi lalu memberikan uang. Setelah itu truk boleh lewat. Padahal pada jam-jam itu, truk tak boleh melintas," ujar Dodikepada Tribun, Senin (15/3).
Ia berharap Kapolda Kalbar segera mengambil langkah tegas, agar kejadian serupa tak terulang dan mencoreng nama institusi Polri dimata masyarakat.
"Tak enak dilihat masyarakat. Makanya saya informasikan ini ke Pak Kapolda," kata dia.
Dody merupakan satu di antara warga yang menyampaikan laporan SMS melalui Tribun Pontianak. Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Erwin TPL Tobing menyatakan, segera mengambil tindakan terkait laporan yang masuk.
"Akan kami tindak lanjuti informasi ini dengan menurunkan Intel dan Propam Polda untuk melakukan pengintaian di lokasi tersebut. Jika benar ada pelanggaran disana, akan kami tindak secara tegas anggota yang menerima sopoi itu," ujar Erwin.
Menurut Erwin jika benar anggotanya bertindak demikian, maka sangat mencoreng institusi Polri. Polri saat ini sedang membangun kepercayaan di mata masyarakat.
"Kalau ada polisi-polisi yang masih membebani masyarakat seperti itu, akan kita tindak. Ini yang harus berubah. Catat nama dan pangkatnya dan laporkan kesaya," tegasnya. (IIN SOLIHIN)