PONTIANAK, TRIBUN - Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Kalbar, Zeet Hamdy Assovie, mengatakan, target pertumbuhan ekonomi yang dipatok 6 persen, harus didorong dengan meningkatnya investasi. Nilai investasi yang diancangkan bakal masuk pada 2010 sebesar Rp 29 triliun.
Upaya mencapai target tersebut, BPMD Kalbar telah sepakat bekerja sama dengan German Technical Cooperation (GTZ), yakni lembaga resmi pemerintah Jerman, Kamis lalu. Kerja sama dalam bentuk persiapan tenaga operasional untuk membuka Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
"Per satu unit PTSP memerlukan tenaga terampil sebanyak 15 orang. Pelayanan diberikan berbasis elektronik, sehingga bisa efektif dan efisien," kata Zeet kepada Tribun, Zeet, Senin (15/3), di ruang kerjanya.
Pada 2010 ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPMRI) menyediakan 70 titik paket PTSP. Kalbar diharapkan mampu merebut antara 3-6 titik.
"Sistemnya regional, tergantung daerah mana di Kalbar yang sanggup merebut peluang itu. Kita harus rebut kesempatan ini, untuk mencapai target," tegas Zeet.
Sebagai review, pada Desember 2009 lalu, investasi yang masuk ke Kalbar mencapai 25 persen di atas target. Jumlahnya, ujar Zeet, di atas Rp 18 triliun.
"Sedangkan untuk target 2010 ini, investasi dari pihak swasta diharapkan bisa mencapai Rp 10,3 triliun," kata dia. (DIENSYA NOFIANTI)