Ekonomi Internasional
China Tolak Tekanan Asing Terhadap Yuan
Pertahankan Kurs Tetap Rendah
www.chinatoday.com
Perdana Menteri China Wen Jiabao

BEIJING, TRIBUN - Perdana Menteri (PM) China, Wen Jiabao, menegaskan menolak tekanan asing terhadap Beijing agar mengapresiasi mata uangnya yuan. Pihaknya mengingatkan negara-negara lain untuk menghentikan rencana tersebut.

Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE), mitra dagang penting China, melihat pemimpin negara komunis berniat menjaga nilai tukarnya tetap rendah, untuk mendorong ekspornya.

Presiden AS Barack Obama pekan lalu mengimbau Beijing untuk melaksanakan kebijakan nilai tukarnya berorientasi pasar, dengan meningkatkan tekanan kepada China agar mengizinkan yuan untuk ditingkatkan.

Wen menyerang balik, dengan menolak semua campur tangan pihak luar terhadap keputusan-keputusan kebijakan nilai tukar China, dan mengatakan, kestabilan yuan membantu bukan hanya China, tapi juga dunia, karena seluruh dunia juga ikut stabil.
"Pelaksanaan jenis ini adalah tidak dalam kepentingan untuk melakukan perubahan terhadap rezim nilai tukar renmimbi (yuan)," katanya pada penutupan sidang tahunan parlemen China.

Wen mengatakan, China telah berusaha kuat sejak pecahnya krisis keuangan internasional untuk mempertahankan yuan pada "tingkat yang stabil."
Nilai yuan menjadi penentu utama dalam hubungan-hubungan antara China dengan AS, yang memburuk karena diganggu sejumlah persoalan lain termasuk sengketa perdagangan, masalah Tibet, Taiwan dan kebebasan Internet.

Obama belum lama ini menyerukan China agar melaksanakan kebijakan nilai tukar yang berientasi pasar, yang menurutnya, akan memberikan `sumbangan penting` kepada keseimbangan kembali ekonomi dunia setelah krisis keuangan global. Tetapi Beijing segera menolak pernyataan-pernyataan itu akhir pekan kemarin.
"Kami tak setuju dengan politisasi nilai tukar renmimbi," kata Wakil Gubernur Bank Rakyat China, Su Ning, seperti dilansir Dow Jones Newswires.

"Kami juga tak sepakat dengan negara yang memiliki masalahnya sendiri namun minta negara lain untuk memecahkan persoalan mereka. Yuan tidak akan membantu menurunkan atau menaikkan surplus dan defisit perdagangan kami," papanya.
Banyak anggota parlemen AS yang mendesak Departemen Keuangannya untuk mencap nilai tukar China sebagai "manipulator" dalam laporan semi-tahunan mendatang. (ant/djn)

Tribun Pontianak
Bergabung dengan Facebook Tribun Pontianak

e-mail : tribunpontianak@yahoo.com
SMS Hotline : 081257554020
Sirkulasi : (0561) 725588
Iklan : (0561) 7910123

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Sabtu, 31 Juli 2010