/ Home / Landak /
Landak
Jaringan Listrik Tertimpa Pohon

LANDAK, TRIBUN -Pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Kabupaten Landak dan sekitarnya dalam dua pekan ini membuat warga menjadi resah. Mereka mengeluh karena sebagian alat elektronik menjadi cepat rusak.
 
Manajer PLN Ranting Ngabang Urbanus yang dikonfirmasi Tribun Kamis (11/3) mengungkapkan, pemadaman yang terjadi dalam dua pekan ini diakibatkan adanya kerusakan mesin, sehingga pelayanan yang diberikan tidak bisa maksimal. "Mesin di plasma 2 mengalami gangguan, jadi rusak tadi," kata Urbanus yang mengaku baru saja datang dari Kecamatan Serimbu.
 
Masalah lainnya, lanjut Urbanus, ada jaringan listrik putus di daerah Pahuman akibat tertimpa pohon. "Mudah-mudahan setelah pohon-pohon dibersihkan, listrik kembali normal. Sekarang sedang dalam pengerjaan," katanya.
 
Sebelumnya Urbanus menyampaikan, angka tunggakan rekening listrik di Kabupaten Landak jumlahnya mencapai Rp 31 miliar sampai dengan Februari. Tunggakan sebesar itu membuat PLN Ngabang menempati posisi teratas se-Kalbar. "Targetnya paling tidak tunggakan rekening listrik itu harus turun Rp 1,5 miliar," katanya yang dalam waktu dekat ini akan melakukan penertiban pada pelanggan yang menunggak rekening listrik, dan pemasangan illegal.
 
Sartiman warga Dusun Mamek Desa Darit Kecamatan Menyuke mengaku beberapa alat elektroniknya rusak, akibat seringnya pemadaman listrik di daerahnya. "Selain itu lampu juga sudah banyak yang putus. PLN jangan hanya bisa menagih rekening saja namun tidak diimbangi dengan pelayanan yang maksimal," tandasnya yang menyatakan pemadaman di daerahnya bisa mencapai belasan kali dalam sehari. 
 
Briptu Agung anggota Polsek Ngabang menuturkan jika listrik padam ia terpaksa ia mengetik laporan masyarakat dengan mesin ketik manual. "Biasanya pakai komputer, tapi kalau mati lampu ya pakai mesin ketik. Kalau siang sih masih bisa, tapi kalau malam bagaimana mungkin, terpaksa masyarakat yang melapor pulang lagi," tukasnya.
 
Anggota DPRD Landak Lamri menyayangkan seringnya pemadaman listrik yang dilakukan PLN dalam dua minggu terkahir ini. Ia bahkan merasa kesal lantaran pemadaman tersebut acap kali dilakukan menjelang Mahgrib. 
 
"Ini sudah sangat menganggu umat Islam yang melaksanakan ibadah. Saya harapkan PLN bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat," katanya.
 
Lamri menegaskan, pada dasarnya masyarakat memaklumi jika PLN melakukan pemadaman, namun jika sudah sampai dua pekan berturut-turut tentu akan menjadi lain persoalannya. "PLN harus melakukan konfirmasi apa alasanya, apa kendalanya jadi masyarakat bisa memahami, namun kalau diam-diam saja begini masyarakat kan tidak tahu," katanya.
 
Lamri berharap, jika kendala yang dialami PLN adalah kerusakan pada mesin, hendaknya pemerintah bisa menganggarkan dana untuk perbaikan. "PLN inikan termasuk BUMN yang berarti pemerintah daerah juga mempunyai tanggung jawab, selain itu PLN harus transparan dalam memberikan alasan," katanya.
 
Ia berharap PLN tidak hanya bisa memberikan pelayanan maksimal disaat hari-hari besar saja, namun juga pelayanan yang maksimal setiap harinya. "Kalaupun alasan mereka karena tunggakan rekening, diharapkan PLN tidak mengorbankan masyarakat yang rajin memenuhi tanggung jawabnya," kata Lamri. (ali)

Tribun Pontianak
Bergabung dengan Facebook Tribun Pontianak

e-mail : tribunpontianak@yahoo.com
SMS Hotline : 081257554020
Sirkulasi : (0561) 725588
Iklan : (0561) 7910123

1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

PLN Jangan banyak alasan dung, kalau mati lampu alasanya mesin rusak, jaringan tertimpa pohon, sekarang tidak ada hujan tidak ada angin juga mati lampu. Realistis sedikit dung. Tia Landak

Posted by: Mutia | Selasa, 16 Maret 2010 | 16:25 WIB

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Jumat, 30 Juli 2010