|
|
Sintang
Pembangunan Pasar Masuka Sintang Molor
SINTANG, TRIBUN - Pembangunan Pasar Masuka Sintang yang berlokasi di sekitar Jl Masuka II, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu ternyata molor dari waktu yang telah ditentukan. Pembangunan pasar pengganti Pasar Sei Durian tersebut ditarget selesai Desember 2009, ternyata hingga kini belum juga usai.
Bahkan dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bupati Sintang Milton Crosby, Rabu (10/3) kemarin, pembangunanan pasar tersebut baru rampung sekitar 60 persen. Dikatakannya, Pemkab Sintang kekurangan dana karena beberapa bangunan pasar ini tidak sesuai dengan perencanaan.
"Kita akan selesaikan secara bertahap. Ada beberapa bagian bangunan pasar yang di luar perencanaan. Kita berharap bisa cepat diselesaikan agar segera ditempati para pedagang," katanya.
Milton berkeyakinan pambangunan pasar ini akan selesai keseluruhan pada tahun 2011.Termasuk kelengkapan pasar seperti parkir, lokasi pembuangan sampah, hingga drainase. "Saya juga memahami keberadaan pasar ini sudah lama dinantikan. Kita upayakan 2011 sudah selesai dengan menambah anggarannya. Kawasan Masuka ini akan menjadi kawasan ekonomi yang berkembang secara pesat," paparnya.
Namun Milton enggan menyebutkan berapa dana yang masih dibutuhkan Pemkab Sintang untuk menyelesaikan pembangunan tersebut. Tapi yang pasti tetap akan mengalokasikan dana untuk penyelesaian pasar ini.
Informasi yang berhasil dihimpun, pembangunan pasar tersebut menggunakan dana bantuan percepatan pembangunan wilayah perbatasan, sebesar Rp 3 miliar. Jumlah dana hibah yang diberikan pemerintah pusat kepada Pemkab Sintang sebesar Rp 5 miliar. Kemudian dialokasikan untuk pembangunan tiga pasar masing-masing Pasar Masuka, Pasar Senaning, dan Pasar di Merakai.
Rangka Baja
Pemborong Pasar Masuka Sintang M Fad Wahab mengatakan, selama ini pihaknya terkendala membangun lantaran kondisi cuaca yang tak menentu. Selain itu, lambatnya kedatangan rangka baja yang dipasang untuk bangunan pasar
"Kondisi cuaca kurang bersahabat mempengaruhi pekerjaan kami. Selain itu rangka baja yang kami pesan juga terlambat, makanya tidak terpasang. Mudah-mudahan kalau lancar pada pertengahan tahun 2010 ini sudah bisa diselesaikan secara fisik," katanya kepada Tribun di sekitar pembangunan Pasar Masuka, Kamis (11/3) siang.
Fad Wahad mengatakan, meski diperkirakan selesai pada pertengahan tahun 2010, namun Pasar Masuka belum bisa ditempati pedagang. Karena dana yang dialokasikan, tidak termasuk untuk pembangunan jalan masuk dan kelengkapan pasar, seperti blok dan lain-lain.
"Dana yang dialokasikan tidak termasuk untuk jalan masuk dan perlengkapan pasar. Kalaupun sudah selesai pada pertengahan tahun 2010, kemungkinan belum bisa langsung dipergunakan. Harus dilengkapi terlebih dahulu khususnya untuk jalan masuk yang harus ada," terang Fad Wahab. (sbs)
Tribun Pontianak komentar
|
Jumat, 30 Juli 2010
|