/ Home / Bisnis /
Bisnis
Industri Kalbar Diprediksi Turun Jadi 14 Persen

PONTIANAK, TRIBUN - Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar, Syakirman, mengatakan, penyebab lambatnya pertumbuhan ekonomi Kalbar dalam lima tahun terakhir lantaran terjadinya perubahan struktur ekonomi Kalbar.

Peran sektor industri dalam PDRB yang mengalami penurunan diperkirakan akan semakin menurun hingga menjadi 14 persen saja pada tahun 2013. Hal ini menyebabkan potensi kehilangan nilai tambah komoditi primer yang sangat besar.

"Penurunan peran sektor industri terutama disebabkan menurunnya kinerja industri kayu yang merupakan penggerak ekonomi Kalbar sejak Pelita I hingga pertengahan tahun 90-an. Selain itu juga lambannya perkembangan usaha industri pengolahan berbasis SDA lainnya seperti perkebunan, hasil pertanian dan pertambangan," kata Syakirman dalam acara Rakernis Industri dan Perdagangan se-Kalbar di Hotel Kapuas, Rabu (10/3).

Dengan kondisi ini, kata Syakirman, mau tak mau kita harus mencari alternatif perkembangan industri lain yang mampu memberi daya bangkit tinggi bagi perekonomian Kalbar. Misalnya, dengan meningkatkan pendapatan lewat IKM yang jumlahnya mendominasi sekitar 99,5 persen atau sebanyak 37.740 unit usaha dibanding industri besar/sedang yang populasinya hanya 204 unit usaha.

"Menurut sensus 2006, struktur industri Kalbar masih didominasi industri besar/sedang dengan pendapatan Rp 5,59 triliun sedangkan IKM hanya Rp 1,27 triliun," jelasnya. (densya nofianti)

Tribun Pontianak
Bergabung dengan Facebook Tribun Pontianak

e-mail : tribunpontianak@yahoo.com
SMS Hotline : 081257554020
Sirkulasi : (0561) 725588
Iklan : (0561) 7910123

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Jumat, 30 Juli 2010