BANDUNG, TRIBUN — Dini Nurwulan, siswi kelas dua SMA Yayasan Karya Pembangunan (YKP) Margahayu, didorong kepalanya sebanyak tiga kali, kemudian ditendang ulu hatinya oleh penjaga kantin yang sekaligus penjaga gerbang sekolah itu.
Ayah korban, Cucu Subarna, berkisah terkait kejadian pada Senin (1/3/2010) lalu itu. Dia menuturkan, putri pertamanya tersebut hendak meminta izin keluar sekolah untuk membeli pembalut.
"Sekitar pukul 09.30, anak saya sedang datang bulan dan meminta izin membeli pembalut. Ia sudah mendapatkan izin secara tertulis," ujar pria berusia 41 tahun ini saat ditemui di rumahnya, Jumat (5/3/2010).
Warga RT 1 RW 13, Kampung Cieuri, Desa Katapang, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, ini menambahkan, permintaan Dini untuk dibukakan pintu gerbang tidak dipenuhi penjaga yang bernama Iman. Karena kesal tidak digubris dan emosi tinggi akibat datang bulan, Dini sempat marah.
Iman, yang juga mantan pelatih beladiri itu, langsung mendorong kepala Dini sebanyak tiga kali dan menendang ulu hati siswa berusia 16 tahun ini hingga jatuh. Bahkan, kepala Dini sempat terbentur tembok.
"Temannya bernama Indah yang mengangkat Dini," ujar Cucu. (Tribun Jabar/ZZ)