Politik Nasional
Soal Century, Susno Takut Dituduh Diperalat Parpol
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Mantan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Susno Duadji memberikan kesaksian dalam sidang dengan terdakwa mantan Ketua KPK, Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (07/01/2010).

JAKARTA, TRIBUN - Komisaris Jenderal Susno Duadji mengaku penundaan penyidikan kasus Bank Century di Kepolisian ketika ia menjabat sebagai Kabareskrim Polri berdasarkan pertimbangan berbagai hal. Akan digelarnya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden saat itu menjadi salah satu pertimbangan.

"Karena kan sebulan lagi pelantikan dan salah satunya yang akan diperiksa ada di situ jadi timing-nya tidak tepat. Nanti Susno dibilang diperalat oleh parpol lain," ucap Susno saat berbincang-bincang dengan wartawan di Jakarta, Jumat (26/2/2010).

Susno sebelumnya pernah menyatakan hal serupa dalam testimoni yang diterima anggota Pansus Hak Angket Bank Century DPR. Namun, ketika dikonfirmasi ia mengatakan bahwa testimoni itu adalah konsep buku yang ditulis oleh orang lain.

Susno menjelaskan, meski tahap penyidikan kasus Bank Century ditunda, pihaknya saat itu tetap melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan berbagai barang bukti serta informasi. "Penyidikan itu terkait upaya paksa, penyitaan, pemanggilan, penggeledahan. Itu tidak kita lakukan karena pasti akan geger nanti," kata dia.

Susno mengaku tidak melaporkan rencana pemeriksaan salah satu cawapres saat itu kepada Kepala Polri Jenderal Bambang Hendarso Danuri karena masih dalam tahap penyelidikan. Tapi apakah Kapolri tau soal kasus itu? "Gimana gak tahu, itu kasus besar kok bukan kasus kecil," jawab dia.

Susno enggan menjawab ketika ditanya apakah sekarang waktu yang tepat untuk melakukan penyidikan berdasarkan hasil Pansus Hak Angket di DPR. "Nanti kita lihat pak Ito. Pansus sudah bilang seperti itu, pak Ito lah nanti yang akan memeriksa itu," ucapnya.

Mantan Kapolda Jawa Barat itu lalu menyayangkan pernyataan Kabareskrim Komjen Ito Sumardi kepada wartawan yang menanggapi soal testimoni beberapa waktu lalu. "Saya lihat Pak Ito menanggapi 'ah itu ngaco gak benar'," katanya. (Kompas.com)

Tribun Pontianak
Bergabung dengan Facebook Tribun Pontianak

e-mail : tribunpontianak@yahoo.com
SMS Hotline : 081257554020
Sirkulasi : (0561) 725588
Iklan : (0561) 7910123

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Jumat, 30 Juli 2010