JAKARTA, TRIBUN - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan menerbitkan obligasi pada semester I tahun 2010. Nilai obligasi yang akan diterbitkan tersebut sebanyak-banyaknya berjumlah Rp 2 triliun.
Demikian dikemukakan Direktur Treasury Bank BTN Saut Pardede dalam rilisnya ke Persda Network, Jumat (19/2), di Jakarta.
"Penerbitan obligasi tersebut sesuai dengan rencana kerja perseroan tahun 2010 yang sudah mendapat izin dan persetujuan RUPS. Obligasi ini juga merupakan tindak lanjut dari business plann Bank BTN, " kata Saut.
Saut menjelaskan, bertindak sebagai underwriter dalam penerbitan obligasi Bank BTN XIV adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Indo Premier Securities.
Sementara sebagai wali amanat dan notaris masing-masing adalah PT Bank Mega Tbk dan Sutjipto, SH,M.Kn. Obligasi yang akan diterbitkan oleh Bank BTN merupakan obligasi ke XIV.
Menurut Saut bank BTN memiliki track record yang sangat baik di pasar modal. Ini terbukti dengan keberhasilannya dalam menerbitkan obligasi senior sebanyak 13 kali sejak tahun 1989 dan obligasi Subordinasi pada tahun 2004.
Seluruh obligasi yang ditawarkan oleh Bank BTN di pasar selalu oversubscribed. Total obligasi yang telah diterbitkan oleh Bank BTN mencapai Rp.6,350 Triliun. Sementara yang masih berada di pasar atau outstanding sebesar Rp.3,250 Triliun. Selebihnya telah jatuh tempo dan sudah dilunasi oleh perseroan.
"Perseroan optimis bahwa Obligasi Bank BTN XIV yang akan ditawarkan bakal terserap di pasar seperti halnya obligasi-obligasi sebelumnya. Kami optimis bahwa pasar akan menyerapnya karena obligasi Bank BTN memiliki pasar tersendiri," tegas Saut Pardede.
Dikatakan hasil penjualan obligasi tersebut seluruhnya akan dipakai oleh manajemen untuk mendukung pembiayaan perumahan yang menjadi core business Bank BTN. (aco)