|
|
|
Mempawah
50 Laskar Kirab Pusaka Istana Amantubillah
Kirab - Para laskar mengikuti Kirab Pusaka yang digelar Istana Amantubillah, Mempawah, Senin (8/2). Selasa, 9 Februari 2010 | 00:21 WIB
MEMPAWAH, TRIBUN - Lebih dari 50 laskar mengikuti kirab pusaka Istana Amantubillah, Senin (8/2). Mereka mengelilingi Kota Mempawah dengan berjalan kaki sambil membawa senjata dan panji pusaka Istana Amantubillah Mempawah. Raja Keraton Amantubillah, Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya, menjelaskan, Istana Amantubillah memiliki lebih dari 300 pusaka. Namun tidak semuanya yang ditampilkan dalam event Robo-robo itu. "Ada sebagian yang kita simpan di tempat yang sangat rahasia, untuk keamanannya," ungkap Raja kepada Tribun, Senin. Menurut Raja, yang ditampilkan pada kirab tersebut adalah pusaka statis, yang berbentuk senjata dan panji-panji kebesaran Istana Amantubillah. "Yang kami tampilkan, antara lain, meriam Si Gondah, Raden Mas, dan anak mereka, Maryam," katanya. Dia menjelaskan, selain pusaka statis, Istana Amantubillah juga memiliki pusaka yang bersifat dinamis, yakni masyarakat beserta adat dan budayanya. "Karena itu, tradisi tidak bisa lepas dari budaya," ungkapnya. Raja menambahkan, peradaban bersumbu pada keyakinan atau agama, teknologi, dan budaya. "Budaya memang bergerak, tetapi nilai-nilainya yang terus kita lestarikan. Dan perlu diingat, adat bersumber dari keratin. Karena itulah, pelestariannya perlu kita jaga," tambahnya. Sebelum melepas rombongan kirab pusaka, Raja berpesan kepada para laskar untuk meningkatkan semangat kebangsaan, sehingga mampu menciptakan bangsa yang tegak dan bermarwah. "Tidak hanya tegak, tapi bermarwah juga," ujarnya. Menurutnya, bangsa Indonesia akan dihormati bangsa lain, jika sejajar dengan bangsa lain. "Untuk itu, semangat kemanusiaan harus didorong. Kita harus memanusiakan manusia. Misi itu yang kita bawa," tegasnya. Dalam kirab tersebut, Istana Amantubillah Mempawah juga menampilkan senjata dari pasukan tombak Sembilan, dan sejumlah pedang dan Mandau, yang merupakan pusaka kerajaan ini. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pontianak, Herman AP, menyambut baik pelaksanaan kirab pusaka Istana Amantubillah. "Ini merupakan upaya yang baik dari Istana Amantubillah untuk menunjukkan kepada masyarakat Mempawah, bahwa pusaka itu ada dan perlu dilestarikan," katanya. Herman berharap, pelaksanaan kirab ke depan perlu melibatkan semua elemen masyarakat di Kabupaten Pontianak. "Ini perlu kemauan dari Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga untuk mensosialisasikannya," ujarnya. Herman menilai, pelajar-pelajar di Kabupaten Pontianak, khususnya Kota Mempawah, perlu dilibatkan. "Mungkin bisa digelar lebih besar, seperti karnaval. Libatkan para pelajar dan organisasi kepemudaan dan kelompok perempuan. Sehinga semua elemen masyarakat terlibat dalam pelestarian budaya," tuturnya. Menurut Herman, Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, perlu lebih giat mensosialisasikan kegiatan ini. "Bisa melalui media massa, atau mobil keliling. Karena Robo-robo ini bukan milik masyarakat tertentu, tetapi milik seluruh masyarakat Kabupaten Pontianak," jelasnya. (lpr) komentar
|