AMBON, TRIBUN - Masih 35 orang hilang akibat karamnya dua kapal dalam tempo berselang dua hari di perairan Laut Aru, Provinsi Maluku. Total penumpang dan awak kedua kapal naas sebanyak 51 orang. Tujuh korban ditemukan sudah meninggal dunia, Rabu (3/2/2010).
Dua kapal yang karam adalah speedboat Dolphin dan KM Binama 15. Kedua kapal karam akibat dihantam ombak besar setinggi lima meter. Speadboat Dolphin tenggelam pada 27 Januari 2010 di perairan Laut Aru, dalam pelayaran dari Dobo, Kepulauan Aru, menuju Tual, Maluku Tenggara. Sedangkan KM Binama 15, sebuah kapal pencari udang, karam pada 29 Januari 2010, pukul 07.20 WIT, di sekitar Pulau Jegan, Kecamatan Aru Utara.
Hingga hari ketujuh, baru delapan orang dari 33 korban speedboat Dolphin yang ditemukan. Tujuh korban sudah meninggal, sedangkan seorang warga negara Republik Rakyat Cina (RRC) bernama Khe Kaizeng ditemukan masih hidup.
Sedangkan 18 awak KM Binama 15, baru delapan orang ditemukan, semuanya selamat. Mereka yang berhasil diselamatkan adalah Maurits, Abdul Haris, Yosep, Reinhard L, Irwan A, Adong N, Asan B, dan Irwan. Sepuluh awak lainnya masih dalam proses pencarian di bawah komando Tim SAR Timika.
Menurut Dody Haryanto, komandan Tim Search and Rescue (SAR) Nasional di Dobo, para korban ditemukan oleh kapal penangkap ikan dari perusahaan yang sama.
Sementara pencarian para korban secara keseluruhan dari kedua kapal naas tersebut, dipimpin oleh Kabasarnas Marsekal Madya Sanubari SE. Pencarian menggunakan KM Bonecom 21, KM AMC 02, dan dua kapal lainnya, dibantu sebuah pesawat Cassa U-618 milik TNI AU.
Kapolres Kepulauan Aru AKBP Solihin, mengatakan, pihaknya masih terus berupaya melakukan pencarian bersama Tim SAR gabungan.
"Kami masih tetap mencari korban-korban lainnya bersama Tim SAR gabungan," ujarnya. "Kami lakukan pencarian untuk menemukan korban dari speedboat Dolphin dan KM Binama, karena lokasi kejadiannya di sama-sama perairan Aru,"ujarnya.
Kata Solihin, di antara para korban speedboat Dolphin, terdapat dua orang anggota kepolisian yang ikut pelayaran tersebut. Dari data yang diterima dari pelabuhan Aru dan Maluku Tenggara, dua anggota polisi tersebut masing-masing, Iptu Ronaldo Situmorang anggota Polres Malra dan Bripda Fadil Badarudin anggota Polres Kota Tual. "Keduanya hingga kini juga masih dicari keberadaannya," ujar Solihin. (ant/kompas)