Ekonomi Internasional
Pengidap Pertama Flu Babi Ditemukan

MEXICO, TRIBUN - Saat ini lebih dari 15 ahli epidemiologi WHO telah dikerahkan ke Meksiko untuk membantu pemerintah mengatasi penyebaran penyakit tersebut. Mereka membantu mengumpulkan data baru untuk memastikan contoh virus tersebut di uji untuk mengenali lebih jauh penyakit baru ini.

 

Flu babi sudah mulai menyebar ke seluruh dunia. Namun di luar Meksiko, virus jenis baru ini tidak mematikan. Mengapa hanya di Meksiko virus ini membunuh orang? “Pertanyaan pokoknya adalah mengapa sejauh ini hanya di Meksiko kematian terjadi, meski jumlahnya tidak banyak? Mengapa di negara lain infeksinya ringan?” demikian rilis WHO, Rabu (29/4).

 

Sejauh ini flu babi dicurigai telah menewaskan lebih dari 159 orang dan menjangkiti lebih dari 2.500 orang di Meksiko. WHO telah mengonfirmasi 105 kasus di tujuh negara, belum termasuk Jerman yang mengonfirmasi kasus pertama Rabu. Puluhan kasus di antaranya terdapat di AS. Namun, kematian sejauh ini baru dikonfirmasi terjadi di Meksiko.

 

Sementara itu, para dokter di Meksiko memfokuskan penyelidikan mereka terhadap seorang bocah yang tinggal dekat peternakan babi. Bocah itu dipercaya sebagai manusia pertama yang terjangkit virus yang telah menewaskan ratusan orang dan menyebar di empat benua itu.

 

Untuk itu Edgar Hernandez, nama bocah itu, disebut sebagai “Patient Zero” oleh para dokter. Edgar tinggal dengan keluarganya di desa La Glorin negara bagian Veracruz. Di tempat itu ditemukan kasus flu babi untuk pertama kalinya pada 2 April. Otoritas negara bagian sempat mengambil sampel darah puluhan penduduk untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan laboratorium menyebutkan Edgar satu-satunya orang di Veracruz yang positif terinfeksi virus flu babi. Sementara yang lainnya hanya terkena flu biasa.

 

Pejabat kesehatan kemudian memeriksa kembali sample Edgar setelah wabah flu babi menjalar ke seluruh Meksiko dan membunuh ratusan orang. “Dalam kasus ini, ada satu pasien yang positif terjangkit virus flu babi. Dengan pengecualian, saat itu tidak ada di daerah lain di dunia terjadi epidemic wabah ini.” kata Jose Angel Cordova Menteri Kesehatan Meksiko, Rabu (29/4).

 

WHO, Rabu, menggelar pertemuan darurat di Jenewa, Swiss, untuk mengkaji wabah flu babi secara ilmiah. Pertemuan ini untuk mengumpulkan segala yang diketahui tentang penyebaran penyakit, bagaimana dampaknya terhadap kesehatan manusia, dan bagaimana penanganannya. (ant/rpo/okz)

 

Tribun Pontianak
Bergabung dengan Facebook Tribun Pontianak

e-mail : tribunpontianak@yahoo.com
SMS Hotline : 081257554020
Sirkulasi : (0561) 725588
Iklan : (0561) 7910123

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Jumat, 30 Juli 2010