|
|
/ Home / Pontianak Square /
Pontianak Square
Kasus Lima Siswi SMKN 3, Disdik Bela Kebijakan Sekolah
Artikel Terkait:
Jumat, 27 Maret 2009 | 20:18 WIB
PONTIANAK, TRBUN - Kepala Bidang Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Musa, membela kebijakan pihak SMKN 3 Pontianak yang mengeluarkan lima siswi terkait foto porno di situs pertemanan friendster. "Sebelum mengambil keputusan, pihak sekolah tentu telah melakukan cross check dan mengumpulkan berbagai informasi mengenai kelima siswi tersebut," kata Musa yang dihubungi Tribun, Kamis (26/3). "Perbuatan kelima siswi yang berfoto dengan pose yang seronok dengan mengenakan pakaian seragam sudah dianggap telah melanggar tata tertib sekolah," jelasnya. Sebagaimana beirta Tribun sebelumnya, SMKN mengeluarkan Orangtua siswi tidak menerima baik anaknya dikeluarkan dar sekolah, lantaran para siswi menyatakan tidak tahu menahu dengan foto di situs tersebut. Mereka pun melaporkan Sumantoro, wakil kepsek, ke Poltabes Pontianak. Menurut Musa, pihak sekolah berhak untuk mengeluarkan kelimanya dari sekolah, terlepas apakah mereka atau bukan yang mem-posting foto-foto syur tersebut. "Meskipun mereka membantah telah membuat akun friendster dan mem-posting foto-foto seronok itu, tapi selama memang benar mereka yang ada di foto tersebut, tetap saja dianggap telah melanggar tata tertib sebagai seorang pelajar dan itu dapat mencemarkan nama baik sekolah," jelasnya. Musa menambahkan, memang tidak sewajarnya seorang pelajar berpose seperti yang terpajang di friendster mereka. Ini sangat merugikan semua orang, terlebih lagi jaringan tersebut bisa dilihat oleh semua penggunananya di seluruh dunia. Tentu saja akan berdampak buruk pada sekolah dan lingkungan sekitarnya. "Saat ini masalah tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah dan keluarga kelima siswi yang bersangkutan," katanya. Kasat Reskrim Poltabes Pontianak, AKP Sunario, yang dihubungi sekaitan laporan orangtua siswi, menyatakan belum menerima perkembangan pemeriksaaan kasus tersebut. "Maaf ya, Saya belum dapat memberikan informasi perkembangan kasus SMKN 3 karena baru pulang mengikuti rapat di Poltabes selama seharian," ujar Kasat Reskrim. Sementara itu, Samsuni --guru akuntansi di SMKN 3-- yang ditemui Tribun saat mengawasi jalannya try out di sekolah itu, Kamis, mengungkapkan, hampir semua orang di sekolah mungkin sudah mengetahui kasus tersebut. "Namun, biasa-biasa saja, tidak ada yang berubah," ujarnya. Namun demikian, Samsuni tidak menampik adanya perlakukan siswa lainnya. "Beberapa siswa sering mengejek mereka, dengan menyebut 'anak ayam' karena teman-teman mereka sudah banyak yang mengetahui," ujarnya. Samsuni juga mempertanyakan tingkah para siswi tersebut. "Kalau memang itu bukan akun friendster mereka, kenapa foto-fotonya ada di situ. Bukankah alamat friendster itu mempunyai kata kunci, masak orang lain tahu kata kuncinya," ujarnya. Menurut Samsuni, pihak sekolah akan mengadakan rapat untuk membahas permasalahan tersebut. Sementara itu, Novianto (17) siswa kelas K3 yang ditemui menyatakan sudah tahu persoalan tersebut, namun ia pun tak banyak memberikan komentar. "Saya kurang kenal, karena dia itu adik kelas saya. Tapi itu sebenarnya sudah lama diketahui, cuma baru sekarang beredar," tegas Novian sembari memacu sepeda motornya dengan buru-buru.(uli/rhd/ali) komentar
|