|
|
Kesehatan
Brokoli untuk Cegah Gangguan Lambung
Ilustrasi TRIBUN - Mengonsumsi brokoli setiap hari bisa menekan risiko penyakit maag, infeksi lambung, bahkan kanker! Beragam penelitian tentang brokoli menunjukkan bahwa kandungan antioksidan dalam brokoli sangat besar, sehingga mampu menekan risiko kanker.
Namun penelitian terbaru dan lebih spesifik mampu memberikan gambaran kemampuan brokoli dalam menekan risiko beragam gangguan perncernaan seperti maag, infeksi lambung, dan kemungkinan kanker perut. Selain itu, sayur ini juga ampuh guna mencegah kanker kolon, kanker prostat, dan kanker paru.
Dalam sebuah studi di Jepang, para ahli mendapati fakta bahwa mengonsumsi 70 gram brokoli segar setiap hari selama dua bulan dapat melindungi tubuh manusia dari bakteri perut yang terkait penyakit maag, infeksi lambung, bahkan kanker perut. Kandungan sulforaphane yang ada dalam brokoli dapat memicu enzim dalam perut, sehingga memberikan perlindungan terhadap senyawa radikal yang dapat merusak DNA dan menyebabkan peradangan.
Sulforaphane dalam brokoli juga diketahui mampu meningkatkan produksi enzim fase II di hati. Enzim ini berperan menggandeng bahan-bahan karsinogen yang dihasilkan dari senyawa prokarsinogen dan mengeluarkannya dari sel. Perlu diketahui, kandungan sulforaphane dalam kecambah brokoli segar lebih tinggi daripada brokoli yang sudah direbus terlalu matang. Dari kuntum bunga tanaman sejenis kubis-kubisan, brokoli menjelma menjadi sayuran kaya manfaat. Dimakan mentah bisa, diolah menjadi beragam hidangan juga lezat. Bukan rahasia lagi jika brokoli disebut sebagai sayuran sarat khasiat kesehatan.
Kerabat dekat kembang kol (cauliflower) ini kaya akan provitamin A (karotenoid), asam folat dan vitamin C. Brokoli juga mengandung banyak mineral penting seperti kalsium, potasium, kalium, besi dan selenium. Sulfur dalam bentuk glukosinolat, senyawa antidot, monoterpene dan genestein juga dapat ditemukan dalam brokoli. Sementara flavonoid dan serat semakin memperkaya kandungan nutrisi brokoli. Dengan segudang nutrisi di atas, brokoli pun memberi manfaat kesehatan yang besar bagi tubuh. Selain sebagai antioksidan, brokoli yang kaya serat juga bermanfaat untuk mencegah kontipasi (sembelit) dan berbagai gangguan pencernaan lainnya. Kendati kaya manfaat, brokoli memiliki satu kelemahan, yaitu mudah rusak. Sayur ini tidak memiliki masa simpan yang cukup panjang. Oleh karena itu, Anda pun perlu memahami cara memilih, menyimpan dan mengolah brokoli agar rasa dan nilai brokoli dapat tetap terjaga.
Pilihlah yang Berwarna Hijau Gelap
Pilihlah brokoli yang berwarna hijau gelap. Selain dimakan langsung sebagai lalapan, brokoli juga bisa dicampur sayuran dan buah lain untuk salad. Atau pilihan lainnya, Anda pun bisa mengonsumsi brokoli dalam bentuk jus. Pilih brokoli dengan kuntum rapat. Didihkan air yang dibubuhi sedikit garam, celupkan brokoli dalam air hingga berwarna lebih gelap. Angkat, siram segera dengan air dingin. Brokoli siap diolah. Jangan pernah merendam brokoli di dalam air karena akan mengurangi kadar nutrisinya.
Brokoli segar sangat lezat bila dihidangkan secara dimasak terlebih dahulu maupun mentah. Memasak brokoli terlalu matang dapat menjadikan sulfur yang sangat kuat. Kukus brokoli selama 3-4 menit atau rebus kira-kira 1 inci di atas air mendidih dalam waktu yang kurang lebih sama dengan di atas.
Sumber: Tribun Pontianak Cetak | Tribunnews | dic | gayahidupsehatonline
Tribun Pontianak komentar
|
Jumat, 10 September 2010
|