Top Stories
Rumah Mewah Setiabudi Bisa Disita KPK
REONALDUS/TRIBUN KALTIM
RUMAH Setia Budi di Jl Patin Tenggarong yang dijuluki warga sekitar Istana Arab
Minggu, 27 Juli 2008 | 23:49 WIB

BALIKPAPAN - Tidak hanya menyita uang Rp 11,1 miliar dari tersangka dan para saksi dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) 2005-2006 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa saja melakukan penyitaan harta kekayaan milik tersangka. Tentunya termasuk rumah mewah milik tersangka anggota DPRD Kukar, Setia Budi.

"Bisa saja rumah mewah itu kita sita. Untuk jaga-jaga mengganti kerugian negara dalam kasus ini, jika uang yang dikembalikan tidak cukup menutupi kerugian. Kita saat ini masih terus melakukan penghitungan berapa kerugian negara dalam kasus ini," kata Juru Bicara KPK Johan Budi kepada Tribun, Minggu (27/7).

Rumah milik Setia Budi berada di Jalan Patin,Tanggarong, Kukar. Rumah seluas 30 x 50 meter itu tampak mewah dan jauh lebih mewah dibandingkan rumah besar di sekitarnya. Dindingnya terbuat dari batu alam warna abu-abu. Empat pilar khas bangunan Romawi menyangga teras rumah. Di atasnya terdapat ukiran warna-warni keemasan.

Rumah Setia Budi terdiri dari dua bangunan besar terpisah. Satu bangunan sedang direnovasi, sedangkan satunya terlihat sangat mewah dengan kubah kuning yang mencolok. Pada sore hari kubah ini akan memantulkan cahaya keemasan jika terkena sinar matahari. Karena kemegahan dan keindahannya, orang-orang sekitar menyebut bangunan ini Istana Arab.

Mengomentari rumah mewah milik Setia Budi, anggota Indonesian Corruption Watch (ICW), Emerson, yang melihat foto rumah dari situs www.tribunkaltim.co.id, menyatakan, penyidik KPK harus secepatnya melakukan penyitaan.

"Ini untuk mengamankan aset-aset negara yang habis dikorupsi. Jangan sampai sudah putus kasusnya, KPK kesulitan mencari asetnya untuk mengganti uang negara," kata Emerson. (bdu)


KASUS BANSOS KUKAR

Penyelidikan: September 2007
Penyidikan: Maret 2008
Tersangka: 1. Plt Bupati Samsuri Aspar
                     2. Anggota DPRD Setia Budi
Kerugian: Sekitar Rp 30 miliar (kemungkinan bertambah)
Barang Bukti: Sekitar Rp 11,1 miliar (kemungkinan bertambah)
(Sumber: KPK)

1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

saluuuuuut banget buat KPK, harapan baru Indonesia dalam penegakan hukum dan pemberantasan KORUPSI dan pengamputasi yang ampuh bagi KORUPTOR. Kukar termasuk kabupaten yang dulu jaman Syaukani berkuasa termasuk yg sulit ditembus oleh aparat pemeriksa (Bawasda/Prop) bahkan aparat pengawasnya Presiden. Tapi sekarang ... hemmmm ... memang beneerr bila Allah swt telah berkehendak , maka tak satupun kuasa manusia yg akan bertahan ... wahai para pejabat di Kukar ... yg msh merasa aman berbuat Korupsi .. sgr bertobat mumpung masih ada waktu ...dan mengembalikan harta korupsi kepada negara/untuk maslahat masyarakat. Kepada aparat pemerintah penegak hukum ..ttp tegar untuk memberantas KKN dg niat ber fastabiqul khairot.

Posted by: dendy | Selasa, 29 Juli 2008 | 07:37 WIB

Dalam Etika politik, mestinya harus menjaga kondusifnya di daerah, bukan hanya tebang senaknya (Pilih tebang). Apakah pemerintah Pusat dengan menghabisi pejabat daerah akan mendapat simpati masyarakat Kaltim, justru tidak. alasanya : Saya melihat ini kepentingan 2009. kasihan Kukar seperti ayam kehilangan induknya. berbahaya, justru administrasi pemerintahan daerah tidak jalan, dan sangat berbahaya bagi keuangan daerah, bisa saja laporan disalah gunakan. mudah-mudahan tidak demikian. Wassalam

Posted by: Fajar | Senin, 28 Juli 2008 | 20:54 WIB

Tolong KPK jangan berhenti sampai di situ, masih banyak lagi aparat-aparat,dan departemen di Kukar yang perlu diperiksa

Posted by: oby | Senin, 28 Juli 2008 | 15:41 WIB

...Masih ada banyak, pejabat-pejabat Kukar yang telah dan sedang menikmati hasil korupsi bersama-sama dengan Syaukani HR. Kini, mereka tidak bisa lagi bersembuni di balik tembok kekuasaan, karena kekuasaan itu kini sudah rapuh. Saatnya, KPK, sikat mereka semua, buktikan bahwa KPK adalah institusi masih memiliki kredibilitas yang sangat baik, di lingkungan institusi lain yang sudah bobrok....

Posted by: A. Parawansa | Senin, 28 Juli 2008 | 03:17 WIB

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved | About Tribun Pontianak | Pasang Iklan | Berlangganan